Kamis, 30 Desember 2010

IKTERUS NEONATORUM


A.        Pengertian
       Ikterus neonatorum adalah warna kuning kulit dan mukosa akibat peningkatan kadar nilirubin pada bayi baru lahir.
B.        Etiologi
            Penyebab ikterus pada bayi baru lahir dapat berdiri sendiri ataupun dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara   lain :
1. Produksi urine yang berlebihan
            Hal ini melebihi kemampuan bayi untuk mengeluarkannya misal : pada hemolisis yang       meningkat terjadi inkompabilitas/ketidakcocokan golongan darah (Rh, ABO antagonis, defisiensi enzim G-G-PD perdarahan tertutup dan sepsis).
             
2. Gangguan dalam proses uptake dan konjugasi hepar :
Gangguan ini dapat disebabkan oleh imatoritas hepar, kurangnya substrat untuk konjugasi bilirubin, gangguan fungsi hepar, akibat asidosis, hipoksia dan infeksi /           tidak terdapatnya enzim glukorinil transferase (ringgler           najjar). Penyebab ini    defisiensiprotein yaitu dalam hepar yang berperan penting dalam “uptake” bilirrubin ke sel hepar.
3. Gangguan transportasi
            Billirubin dalam darah terikat pada albumin kemudian diangkut ke hepar. Ikatan billirubin dengan albumin ini             dapat dipengaruhioleh obat misal : salisilat,   sulfafurazole,sodium benzoate, gentamycin,dan sebagainya.
4. Gangguan dalam ekskresi
            Gangguan ini dapat terjadi akibat obstruksi diluar hepar di   sebabkan oleh kelainan-kelainan bawaan. Obstruksi dalam hepar biasanya akibat infeksi / kerusakan hepar oleh penyebab lain.
c. Pembagian Ikterus           
1. Ikterus Psikologis
            adalah ikterus yang timbul pada hari ke 2 dan ke 3 yang tidak mempunyai dasar atau patologis, kadarnya tidak melewati kadar yang membahayakan atau mempunyai potensi menjadi “kern ikterus” dan tidak menyebabkan suatu morbiditasi pada bayi. Bayi tampak jelas pada hari ke 5-6, dan menghilangkan pada hari ke 10. Bayi tampak biasa, minum baik, BB naik biasa. Kadar billirubin serum pada bayi cukup, bulan tidak lebih dari 12 mg / dl dan pada BBLR 10 mg / dl. Dan akan hilang pada hari ke 14 hari.
2. Ikterus patologis
            adalah ikterus yang mempunyai dasar patologis/kadar billirubin mencapai suatu nilai yang disebut hiperbilirrubinemia
Ikterus baru dapat dikatakan patologis/fisiologis pada saat penderita akan dipulangkan.
Bayi dianggap hiperbilirrubinemia apabila :
-          Ikterus terjadi pada 24 jam pertama
-          Peningkatan kadar bilirrubin 5 mg% atau lebih setiap 24 jam.
-          Konsentrasi bilirrubin serum melebihi 10mg%  pada bayi
-          Kurang bulan (BBLR) dan 12,5 mg% pada bayi cukup bulan.
-          Ikterus yang disertai proses hemolisis.
-          Bilirrubin direk lebih dari mg/dl, atau kenaikan bilirrubin serum 1 mg dl/jam atau lebih 5 mmg/hari.
-          Ikterus menetap sesudah bayi berumur 10 hari (bayi cukup bulan) dan lebih dari 14 hari pada bayi baru lahir BBLR.
Gambaran Klinik
Pada permulaan tidak jelas; yang tampak mata berputar-putar.
1. Letargi (lemas)
2. Kejang
3. Tak mau menghisap/tak mau minum
4. Tonus otot meninggi, leher kaku dan akhirnya opistonus
5. Bila bayi hidup pada umur lebih lanjut dapat terjadi Spasme otot, opistotonus, kejang, stetosis yang             disertai ketegangan otot.
6. Dapat tuli, gangguan bicara, dan retardasi mental
Pengobatan Umum
                  Bila mungkin pengobatan terhadap etiologi/faktor dan perawatan yang baik. Hal ini yang perlu diperhatikan ialah pemberian makanan yang dini dengan cairan dan kadar kalori cukup dan iluminasi kamar bersalin dan bangsal bayi yang baik.
F. Penatalaksanaan
Walaupun ikterus neonatorum dinyatakan tidak semuanya tergolong patologis tetapi setiap bayi baru lahir yang menderita ikterus perlu terlihat perhatian lebih karena pada umumnya bayi akan malas minum dan terlihat lemah. Pada bayi dengan ikterus patologis selain lemah dan malas minum dapat berkembang lebih lanjut masalah yang dikemukakan pada gambaran klinik tersebut.
Masalah yang didapatkan pada pasien ikterus adalah kurangnya masukan cairan dan nutrisi karena bayi malas minum, resiko terjadi kern ikterus karena adanya kelebihan bilirrubin indirek di dalam peredaran darah yang dapat masuk ke dalam jaringan otak, gangguan rasa aman dan nyaman akibat pengobatan (pemberian terapi sonar, transfusi tukar) dan kurangnya pengetahuan ibu mengenai penyebab dan bahasa ikterus.
1. Kurangnya masukan cairan dan nutrisi
-          Memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi
-          Beri minum sesuai kebutuhan, karena bayi malas minum, berikan berulang-ulang : jika tidak mau menghisap dot, berikan pakai sendok, jika tidak dapat habis berikan melalui sonde.
-          Perhatikan frekuensi buang air besar, mungkin susu tidak cocok (Jika bukan ASI) mungkin perlu ganti susu.
-          Resiko terjadi kern ikterus
-          Mengenai gejala dini atau mencegah, meningkatnya uterus. Jika bayi telah terlihat mulai kuning, jemur pada matahari pagi (sekitar pukul 8-8 selama 15-30 menit).
-          Periksa darah untuk bilirrubin : jika hasilnya masih    dibawah 7 mg% ulang esok harinya.
-          Berikan banyak minum
-          Perhatian hasil darah bilirrubin : jika hasilnya kurang 7 mg% lebih segera hubungi dokter, bayi perlu terapi sinar                
-          3. Gangguan rasa aman dan nyaman akibat pengobatan untuk  memenuhi kebutuhan psikologis dengan memangku bayi setiap memberikan minum dan mengajak komunikasi secara verbal.
-          Mengusahakan agar bayi tidak kepanasan/kedinginan
-          Memelihara kebersihan tempat tidur bayi dan lingkungannya.                                 
-          Mencegah terjadinya infeksi (memperhatikan cara kerja Aseptic)
Terapi sinar
Terapi sinar diberikan bila kadar bilirrubin darah indirek lebih dari 10 mg% terapi sinar sebenarnya berdasarkan dari pengalaman seorang perawat di Inggris. Dimana bayi yang ruangnya mendapatkan sinar matahari keadaan ikterus cepat menghilang. Kemudian dikembangkan hingga didapatkan alat untuk terapi sinar disebut blue light.
Cara Kerja Terapi Sinar
Terapi sinar dapat menimbulkan dekomposisi bilirrubin dari suatu senyawa tetrapirol yang sulit larut dalam air menjadi senyawa dipirol yang mudah larut dalam air, dan dikeluarkan melalui urine, tinja, sehingga kadar bilirrubin menurun. Disamping itu pada terapi sinar ditemukan peninggian konsentrasi bilirrubin indirek dalam cairan empedu ke dalam usus sehingga peristaltic usus meningkat dan bilirrubin akan keluar bersama feces.
Pelaksanaan pemberian terapi sinar dan yang perlu diperhatikan :
v  Pemberian terapi sinar biasanya selama 100 jam
v  Lampu yang dipakai tidak melebihi 500 jam (maksimal sampai 500 jam)
1. Baringkan bayi telanjang, hanya genetalia yang ditutup (pakaikan popok mini saja. Maksudnya agar sinar dapat merata ke seluruh tubuh)
2. Kedua mata ditutup dengan penutup yang tidak tembus cahaya. Dapat dengan kain kasa yang dilipat-lipat dan dibalut. Sebelumnya katupkan dahulu kelopak matanya (untuk mencegah kerusakan retina)
3. Posisi bayi sebaiknya diubah-ubah, terlentang, tengkurap setiap 6 jam (Bila mungkin), agar sinar merata.
Pertahankan suhu bayi agar selalu 36.5 - 37°C dan    observasi setiap 4-6 jam sekali, jika terjadi kenaikan suhu             matikan sementara lampunya dan bayi diberikan banyak minum, setelah 1 jam control kembali suhunya, jika tetap    tinggi hubungi dokter.
5. Perhatikan asupan cairan agar tidak terjadi dehidrasi dan meningkatkan suhu tubuh bayi.
6. Pada waktu memberi minum bayi dikeluarkan, dipangku, penutup mata buka. Perhatikan apakah terjadi iritasi atau tidak.
7. Kadar bilirrubin diperiksa setiap 8 jam setelah pemberian terapi 24 jam.
8. Bila kadar bilirrubin telah turun menjadi 7,5 mg% atau     kurang terapi dihentikan walaupun belum 100 jam.
9. Jika setelah pemberian terapi 100 jam bilirrubin tetap tinggi/kadar bilirrubin dalam serum terus naik, coba lihat kembali apakah lampu belum melebihi 500 jam digunakan. Selanjutnya hubungi dokter, mungkin perlu transfusi tukar.
10. Pada kasus ikterus karena hemolisis, kadar Hb diperiksa setiap hari.
Yang perlu diperhatikan dalam pemberian terapi sinar :
-Pasang label, kapan terapi dimulai dan kapan selesainya
 -Hitung 100 jam sampai tanggal berapa sebelum digunakan cek lampu apakah lampu semuanya menyala.
            -Tempelkan pada alat terapi sinar pengguna yang keberapa kali pada bayi itu, untuk memudahkan
            -Mengetahui kapan mencapai 500 jam penggunaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar